Beranda / Daerah / Walikota Tangerang : Kerja Tidak Selalu Terlihat Dan Kadang Mendapat Kritik, Tapi Dengan Niat Tulus Akan Bernilai Ibadah 

Walikota Tangerang : Kerja Tidak Selalu Terlihat Dan Kadang Mendapat Kritik, Tapi Dengan Niat Tulus Akan Bernilai Ibadah 

Kota Tangerang – Mengawali hari pertama kerja di Tahun Baru 2026, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, bersepeda menyusuri sejumlah lokasi dengan melakukan kunjungan kerja bersepeda ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Tangerang, Jumat (2/1/2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Wali Kota Sachrudin, untuk memberikan arahan sekaligus penguatan semangat kepada para petugas lapangan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik. Di hadapan jajaran DLH, Sachrudin, menekankan pentingnya keikhlasan dalam bekerja, meskipun sering kali tidak disertai pujian atau apresiasi dari masyarakat.

“Kerja Bapak dan Ibu mungkin tidak selalu terlihat, bahkan kadang mendapat kritik. Tapi dengan niat tulus dan kerja yang sungguh-sungguh, insya Allah bernilai ibadah. Manfaat yang diberikan kepada masyarakat jauh lebih besar dari sekadar gaji atau penghargaan apa pun,” ujar Sachrudin, seraya menyemangati para petugas kebersihan yang setiap hari menjaga wajah Kota Tangerang agar tetap bersih dan nyaman. Dikutip dari Tangerangpos.id. Jum’at (2/1/2026)

Mengetahui hal tersebut Ketua Media Citra Indonesia ( MCI ) Kota Tangerang, Asep Wawan Wibawan kembali Menanggapi, bawah Kritikan adalah salah satu bentuk kepedulian buka kebencian, tidak perlu tendensi atau membeci

” Mungkin Walikota atau sebagian OPD dan anggota DPRD Kota Tangerang menganggap kritikan – kritikan yang pernah kami sampaikan dianggap benci dan menggangu perkembangan pembangunan. Bila seandainya memang beranggapan demikian, itu salah besar dan perlu diluruskan ” Kata Asep.

Menurut Asep kritikan adalah salah satu bentuk kepedulian dan keinginan adanya perubahan kearah yang jauh lebih baik.

” Kami mengkritisi jangan lantas dianggap oposisi dan bukan berarti kami benci. Tapi kami sangat peduli dan ingin proses pembangunan bisa bergerak kearah yang jauh lebih baik, yaitu proses pembangunan yang dirasakan secara berkeadilan. Kita seringkali menyadari, bahwa dalam proses pembangunan jarang ada yang sempurna, pasti ada saja kekurangannya. Namun jangan dijadikan alasan untuk menutupi kesalahan atau kekurangan “, tambah Asep

Lebih lanjut Asep menyebutkan, dengan adanya kritikan, jadi tidak terlena dan bisa lebih tahu kesalahan atau kekurangan yang kita miliki.

” Bagi seorang pemimpin yang bijaksana, tidak akan tendensi dan benci saat dikritisi. Justru sebaliknya akan mengapresiasi dan akan dijadikan evaluasi. Terlebih kritikan tersebut didasari argumentasi dan rasa tanggung jawab tinggi. Kemudian yang mengkritisi tidak bisa dituntut memberikan solusi, karena yang berwenang dan berkewajiban memberikan solusi itu adalah pemangku kebijakan tertinggi di daerah, yaitu Walikota bersama DPRD. Jadi kami tegaskan kembali, mengkritisi bukan kami benci, tapi kami peduli dengan kota kami “, pungkas Asep

 

( red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *