TANGERANG SELATAN Dugaan kasus pelecehan yang melibatkan oknum guru di SD Negeri Rawa Buntu 01, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, menuai kecaman dari masyarakat. Salah satu suara keras datang dari Supardi, warga Kelurahan Jelupang yang akrab disapa Bang Pendil.
Supardi yang juga merupakan staf Kelurahan Jelupang menilai bahwa dugaan peristiwa tersebut merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele, terlebih terjadi di lingkungan pendidikan dasar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak.
“Sekolah itu tempat mendidik, bukan hanya soal akademik tapi juga moral dan akhlak. Kalau ada dugaan pelecehan, maka harus diusut secara tuntas dan terbuka. Jangan sampai ada kesan ditutup-tutupi,” tegas Supardi, Selasa 21/01/2026
Sebagai sosok yang dikenal religius dan aktif dalam berbagai kegiatan pengajian di lingkungan masyarakat, Supardi menekankan bahwa tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan perlindungan anak bertentangan dengan nilai agama dan norma sosial,
“Dalam agama jelas, menjaga kehormatan dan keselamatan anak adalah kewajiban. Siapa pun pelakunya, apalagi jika berstatus pendidik, harus bertanggung jawab secara hukum dan moral,” ujarnya.
Ia juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan dan aparat penegak hukum untuk bersikap tegas serta memastikan proses penanganan kasus berjalan objektif, profesional, dan berpihak pada korban.
“Jangan sampai kepercayaan orang tua terhadap sekolah rusak karena pembiaran. Ini ujian bagi dunia pendidikan kita,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan instansi terkait masih diupayakan untuk dimintai keterangan guna memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kasus tersebut.
Masyarakat berharap agar penanganan kasus ini tidak hanya berujung pada sanksi administratif, tetapi juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan sekolah dasar.
( rky )












