Tangerang —Lomba karikatur hingga pentas seni islami digelar sebagai ruang kritik sosial dan ekspresi kreatif generasi muda Kota Tangerang
Di saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang ke-33 identik dengan seremoni dan euforia, sekelompok pelajar justru diajak berpikir lebih jauh. Melalui medium seni, mereka diberi ruang untuk menyuarakan kegelisahan sosial terkait ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Kembali Dalam rangka menyambut HUT Kota Tangerang ke-33 ini, Masyarakat Cinta Indonesia (MCI) menggagas rangkaian kegiatan edukatif dan bernilai kritik sosial yang akan digelar pada 28 Februari mendatang. Kegiatan tersebut meliputi Lomba Karikatur Pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Tangerang, Pentas Seni Islami, serta Buka Puasa Bersama.
Lomba karikatur yang diinisiasi secara mandiri ini mengangkat tema Kemiskinan Timbul Akibat Ketidakadilan Pembangunan”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk refleksi sekaligus edukasi agar pelajar tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga memiliki keberanian membaca dan menafsirkan realitas sosial di sekitarnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, M. Soleh, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran alternatif yang mendorong generasi muda untuk aktif, kreatif, produktif, serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan melalui karya seni.
“Seni adalah bahasa yang jujur. Melalui karikatur dan pentas seni, pelajar diajak berpikir kritis, peka terhadap ketimpangan sosial, dan berani mengekspresikan pandangannya secara bertanggung jawab,” ujar M. Soleh, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, tema ketidakadilan pembangunan bukan dimaksudkan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai pengingat bahwa pembangunan seharusnya berdampak merata dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat Kota Tangerang.
Selain lomba karikatur, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Pentas Seni Islami yang menampilkan kreativitas pelajar dari berbagai sekolah. Acara tersebut ditutup dengan Buka Puasa Bersama sebagai simbol penguatan nilai kebersamaan, solidaritas, dan empati sosial.
M. Soleh menegaskan bahwa kegiatan ini digelar secara swadaya dan merupakan bagian dari komitmen MCI dalam berkontribusi melalui jalur sosial, pendidikan, dan budaya.
“Kami memilih bergerak lewat kegiatan nyata. Bukan sekadar narasi, tetapi ruang aksi yang memberi manfaat langsung bagi pelajar dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, MCI berharap peringatan HUT Kota Tangerang ke-33 tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk mendorong pembangunan yang lebih adil dan berkeadilan sosial.
(aww)












