Beranda / Berita / Artikel / Diam Terhadap Ketidakadilan Adalah Bentuk Persengkokolan 

Diam Terhadap Ketidakadilan Adalah Bentuk Persengkokolan 

Sebuah refleksi mendalam tentang moralitas, keberanian (syaja’ah), dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi ketidakadilan. adalah seruan untuk bertindak, bukan sekadar menjadi penonton.

Diam adalah Pilihan: Ungkapan populer dari Desmond Tutu berbunyi*”Jika Anda netral dalam situasi ketidakadilan, Anda telah memilih pihak penindas.”* Diam bukan berarti aman, melainkan memberikan ruang bagi kesewenang-wenangan untuk berlanjut.

Syaja’ah (Keberanian) sebagai Kebajikan Tertinggi: Dalam pandangan moral dan IslamSyaja’ah (berani membela kebenaran) adalah bagian dari akhlak mulia. Takut pada risiko dan memilih diam sering kali berakar pada cinta dunia berlebihan atau kelemahan iman.

Sejarah Digerakkan oleh Keberanian: Perubahan besar—baik dalam konteks pergerakan hak sipil, kemerdekaan, maupun reformasi—tidak pernah lahir dari kelompok yang diam, melainkan dari mereka yang berani “melawan arus” meskipun berisiko.

Bergerak Lebih Mulia: Bergerak (bersuara, melawan, berjuang) adalah tindakan kehormatan. Ia memanusiakan manusia. Diam dalam ketidakadilan adalah perbudakan pikiran dan jiwa.

Kesimpulan:. Ketidakadilan tidak akan hilang dengan didiamkan, tetapi dengan dilawan. Mengutip pepatah “Diam dalam ketidakadilan adalah sebuah bentuk persekongkolan.’

Penulis : Asep WW

( MCI Pejuang Keadilan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *