Beranda / Daerah / Aset PJU Terlantar di Bugel, Ketua AWII Tangerang Raya Kadishub Jangan Tutup Mata!

Aset PJU Terlantar di Bugel, Ketua AWII Tangerang Raya Kadishub Jangan Tutup Mata!

Kota Tangerang – Kondisi sebuah kendaraan operasional perawatan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang diduga milik Pemerintah Kota Tangerang menjadi sorotan publik. Kendaraan yang biasa digunakan untuk perawatan dan perbaikan lampu penerangan jalan tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Bugel, tepatnya di samping Pondok Selera, Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Tangerang.

Berdasarkan dokumentasi lapangan, kendaraan crane PJU terlihat tidak terawat dengan sejumlah komponen yang tampak rusak. Bahkan beberapa bagian kendaraan terlihat terlepas dan dibiarkan berada di area terbuka tanpa pengamanan yang memadai. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan aset daerah yang seharusnya digunakan untuk menunjang pelayanan masyarakat.

Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia Indonesia (AWII) Tangerang Raya, Cecep Anang Hardian, menyayangkan kondisi kendaraan operasional tersebut dan menilai bahwa aset daerah harus dikelola secara profesional serta bertanggung jawab.

“Aset ini dibeli menggunakan uang rakyat melalui APBD. Sangat disayangkan apabila kendaraan operasional yang seharusnya menunjang pelayanan masyarakat justru terlihat terbengkalai dan tidak terawat. Ini bukan sekadar kendaraan, tetapi bagian dari pelayanan publik yang harus dijaga keberadaannya,” tegas Cecep Anang Hardian.

Menurutnya, kendaraan operasional PJU memiliki fungsi penting dalam mendukung pemeliharaan penerangan jalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Dari hasil pantauan di lapangan, kondisi kendaraan tersebut menimbulkan dugaan adanya kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan aset. Jika dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin akan menyebabkan kerugian daerah akibat menurunnya nilai aset yang telah dibeli dengan anggaran negara. “Jangan sampai aset yang nilainya besar hanya menjadi bangkai besi akibat lemahnya pengawasan dan minimnya pemeliharaan. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap kendaraan ini dan mengapa bisa berada dalam kondisi seperti sekarang,” ujarnya.

Cecep juga menegaskan bahwa Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang sebagai pimpinan instansi yang membawahi pengelolaan sarana dan prasarana PJU harus memberikan penjelasan kepada publik terkait kondisi kendaraan tersebut.

“Kadishub jangan tutup mata. Masyarakat menunggu penjelasan yang transparan mengenai status kendaraan ini, kondisi sebenarnya, serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengembalikan fungsi aset tersebut. Jangan sampai muncul kesan adanya pembiaran terhadap aset milik rakyat,” tegas Cecep.

AWII DPC Tangerang Raya mendesak Dinas Perhubungan Kota Tangerang untuk segera melakukan inventarisasi dan evaluasi terhadap kendaraan operasional yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan tersebut. Selain itu, AWII juga meminta Inspektorat Kota Tangerang turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan aset kendaraan operasional PJU guna memastikan tidak terjadi pemborosan anggaran maupun potensi kerugian daerah.

“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas. Jika kendaraan ini rusak, sampaikan kepada masyarakat. Jika masih bisa diperbaiki, segera lakukan perbaikan. Namun apabila ditemukan adanya kelalaian dalam pengelolaan aset daerah, maka harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban dari pihak yang berwenang,” tambahnya.

AWII DPC Tangerang Raya menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik. Organisasi ini berharap Pemerintah Kota Tangerang segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Aset daerah adalah milik rakyat, bukan untuk dibiarkan terbengkalai. Setiap rupiah yang digunakan untuk pengadaan dan perawatan harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat,” pungkas Cecep Anang Hardian. ( red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *