Beranda / Daerah / Investasi Kota Tangerang Tembus Rp11,7 Triliun, Rakyat Kecil Kebagian Apa?

Investasi Kota Tangerang Tembus Rp11,7 Triliun, Rakyat Kecil Kebagian Apa?

KOTA TANGERANG — Realisasi investasi Kota Tangerang pada semester I 2026 mencapai Rp11,734 triliun. Angka fantastis ini menjadi indikator geliat ekonomi daerah. Namun, pertanyaan mendasarnya: seberapa besar manfaat investasi tersebut benar-benar dirasakan masyarakat kecil?

Berdasarkan data DPMPTSP Kota Tangerang, investasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri sebesar Rp8,385 triliun dan penanaman modal asing Rp3,349 triliun. Dari 18.136 proyek, tercatat penyerapan 29.887 tenaga kerja.

Sementara itu, kontribusi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) tercatat sekitar Rp16,21 miliar dengan penyerapan 507 tenaga kerja.

Perbedaan angka tersebut layak menjadi bahan evaluasi. Bukan untuk menafikan capaian investasi, melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya menguntungkan pemilik modal, tetapi juga membuka ruang kesejahteraan bagi masyarakat bawah.

Jangan Bangga pada Angka, Abaikan Nasib Rakyat

Besarnya investasi belum otomatis menjamin masyarakat memperoleh pekerjaan layak, penghasilan memadai, atau kesempatan mengembangkan usaha. Angka penyerapan tenaga kerja pun perlu dijelaskan lebih jauh, termasuk jumlah warga lokal yang terserap, kualitas pekerjaan, dan kepastian perlindungan pekerja.

Begitu pula UMKM. Apakah pelaku usaha lokal benar-benar mendapat kesempatan masuk dalam rantai pasok perusahaan besar, atau justru hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi?

Pemerintah Kota Tangerang perlu membuka data dan indikator yang menunjukkan dampak investasi terhadap kesejahteraan warga. DPRD juga harus menjalankan fungsi pengawasan agar keberhasilan investasi tidak berhenti sebagai angka dalam laporan.Transparansi dan evaluasi menjadi penting: berapa banyak warga lokal memperoleh pekerjaan layak, sejauh mana UMKM berkembang, dan apakah peningkatan investasi berdampak nyata terhadap pendapatan masyarakat?

Investasi seharusnya menjadi jalan menuju kesejahteraan bersama, bukan sekadar kebanggaan atas triliunan rupiah yang masuk.

Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa besar modal yang ditanamkan, tetapi juga seberapa luas manfaatnya dirasakan rakyat.Pertumbuhan ekonomi boleh melesat, tetapi jangan sampai masyarakat kecil tetap tertinggal.

(aww)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *