Beranda / Opini / Front Pejuang Keadilan Merajut Harapan Pembangunan yang Berkeadilan

Front Pejuang Keadilan Merajut Harapan Pembangunan yang Berkeadilan

‏Pembangunan sejatinya adalah jalan menuju kesejahteraan bersama. Ia bukan sekadar deretan proyek, angka statistik, atau pertumbuhan ekonomi yang dipamerkan dalam laporan resmi. Pembangunan adalah soal rasa keadilan: tentang siapa yang menikmati hasilnya dan siapa yang terus tertinggal di belakang.

Front Pejuang Keadilan (FPK) lahir dari perasaan dan kegelisahan yang sama di tengah masyarakat. Sebuah kegelisahan kolektif yang tumbuh dari realitas pembangunan yang dirasakan semakin menjauh dari nilai keadilan sosial. Banyak proyek berdiri megah, namun manfaatnya kerap lebih dekat dengan lingkar kekuasaan dan kepentingan modal, sementara masyarakat di tingkat bawah justru tersisihkan dari proses dan hasilnya.

FPK bukan sekadar wadah berkumpul. Ia adalah ruang kesadaran bersama—tempat berbagai kalangan masyarakat menyatukan perasaan kecewa sekaligus harapan. Kecewa karena pembangunan yang berlangsung sering kali tidak berpijak pada prinsip keadilan. Harapan karena masih ada keyakinan bahwa kesejahteraan dan kemakmuran dapat dirasakan secara merata, selama ada kemauan untuk memperjuangkannya.

Pertanyaannya kemudian muncul: akankah kesejahteraan dan kemakmuran pembangunan bisa dirasakan secara berkeadilan?

Jawabannya sederhana namun tegas: pasti bisa. Tidak ada kata “tidak bisa” selama masyarakat mau bersatu, bergerak, dan mengambil peran aktif dalam mengawal arah pembangunan.

Kesejahteraan yang adil bukanlah utopia. Ia bukan mimpi kosong. Ia adalah hasil dari kesadaran, keberanian bersuara, dan konsistensi perjuangan. Hari ini mungkin belum sepenuhnya terwujud, esok bisa mulai dirasakan, dan lusa akan menjadi kenyataan jika perjuangan tidak berhenti di tengah jalan.

Pembangunan yang berkeadilan adalah pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek, bukan objek. Pembangunan yang menghormati hak dan kewajiban, membuka ruang partisipasi, serta memastikan kemakmuran tidak hanya menumpuk pada segelintir konglomerat dan pejabat, tetapi dirasakan oleh rakyat secara luas dan bermartabat.

Dengan cara apa keadilan pembangunan itu bisa diwujudkan?

Jawabannya tidak selalu instan. Namun seiring perjalanan waktu, masyarakat akan belajar memahami, menyadari, dan menemukan jalannya melalui kesadaran kritis, kontrol sosial, solidaritas, serta perjuangan yang berlandaskan nilai keadilan dan kemanusiaan.

Karena itu, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Front Pejuang Keadilan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung, bersatu, dan berjuang bersama. Bukan untuk kepentingan segelintir orang, melainkan demi masa depan pembangunan yang adil, sejahtera, dan bermakna bagi semua.

FPK percaya, keadilan bukan hadiah. Ia adalah hasil dari kesadaran dan perjuangan bersama.

Penulis : Asep Wawan Wibawan

 

( MCI Kota Tangerang )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *