Tangerang, Meskipun. sudah beberapa kali WA di spam, akun dibatasi dan HP disadap , namun bagi seorang jurnalis yang memiliki keinginan kuat adanya perubahan pembangunan yang lebih baik, hal itu tidak membuat kapok atau tidak dijadikan alasan berhenti menulis, membuat dan menyebarkan berita mengkritisi pembangunan yang dinilai dan dirasakannya kurang baik
Seperti yang dilakukan oleh jurnalis Otodidak yang rajin mengkritisi Sikap atau kinerja Pemerintah Daerah Kota Tangerang, Asep Wawan Wibawan , meskipun sudah belasan kali WA kena Spam,akun dibatasi , HP disadap, bahkan ditelor puluhan kali nomor tidak dikenal, namun tidak membuatnya kapok , bahkan semakin meningkatkan eksistensi menulis, membuat dan menyebarkan berita yang mengandung Kritikan tajam terkait sikap atau kinerja pejabat eksekutif maupun legislatif yang dinilai kurang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
‘ Nomor dan akun WhatsApp terpaksa saya ganti, karena yang sebelumnya sering kena spam, akun dibatasi, bahkan puluhan kali di telepon oleh orang tidak dikenal
Meskipun demikian, yang jelas saya tidak akan berhenti menulis , membuat dan menyebarkan berita yang mengandung kritik pembangunan yang realisasinya dinilai kurang baik dan dirasakan kurang Berkeadilan ” Ungkap Asep Wawan Wibawan dikediamannya, Senin ( 5/1/2026)
Asep menambahkan , yang dilakukannya tersebut terdiorong oleh rasa kecewa terhadap proses pembangunan yang dinilai dan dirasakannya berjalan kurang objektif dan kurang berkeadilan
” Saya nilai dan saya rasakan proses pembangunan , khusunya di Kota Tangerang bejalan kurang objektif dan kurang berkeadilan
Bukti, fakta dan realitanya saya ungkapkan melalui tulisan atau berita di media Online, kemudian saya sebar Kepda para pejabat. eksekutif, legislatif dan masyarakat secara umum, dengan harapan bisa ada perubahan atau bisa dijadikan sebagai salah satu bahan evaluasi ” Tambah Asep
Lebih lanjut Asep , menyebutkan kekurangan pembangunan di daerah jangan di tutup – tutupi , harus diungkap dan tersampaikan kepada masyarakat , khususnya kepada para anggota dewan dan otoritas tertinggi
‘ Bila kekurangan atau boroknya pembangunan di daerah terus ditutupi, itu sangat tidak baik. akan membusuk dan menular
Karena itu harus diungkap , diperiksa dan diobati biar baik dan tidak menyebar kemana-mana
Yang mengobati tentunya harus yang memiliki keahlian di bidangnya serta sudah diberikan kewenangan dan kepercayaan
Artinya dalam proses pembangunan masyarakat harus berani mengungkapkan dan menyampaikan keluhan , Kekecewaan , kekurangan dan kritikan pembangunan, kemudian solusinya dikembalikan kepada para pemangku kebijakan yang sudah diberikan kewenangan dan kepercayaan oleh masyarakat.Pungkas Asep.
( red)












