Tangerang Selatan, Banten – Dunia pendidikan Kota Tangerang Selatan kembali disorot. Kegiatan nonton bareng (nobar) di bioskop CGV yang dikaitkan dengan Dinas Pendidikan Kota Tangsel menuai polemik di kalangan orang tua siswa. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak gratis, melainkan tiketnya dibebankan kepada siswa.
Menanggapi hal itu, Perkumpulan Era Neo Nusantara (PENN) menyatakan sikap tegas dan akan menggelar aksi damai akuntabilitas dalam waktu dekat.
Pendiri PENN, Cecep Anang Hardian, mengatakan praktik pembebanan tiket nobar kepada siswa tidak dapat dibenarkan dan mencederai prinsip pendidikan. “Awalnya kami menduga kegiatan ini menggunakan anggaran dinas, faktanya di lapangan siswa yang disuruh bayar tiket. Ini lebih parah. Stop bisnis di sekolah! Pendidikan bukan ajang cari keuntungan,” tegas Cecep Anang Hardian kepada wartawan, Selasa (4/11/2026).
Tiga Tuntutan PENN
Dalam poster resmi aksi yang bertajuk “COPOT OKNUM PEJABAT NAKAL DINAS PENDIDIKAN TANGSEL”, PENN membawa tiga tuntutan utama:
1.Audit Kegiatan Nobar CGV Berbayar: Mendesak Inspektorat Kota Tangsel untuk mengusut tuntas siapa inisiator kegiatan, apa urgensi edukasinya, dan apakah ada unsur paksaan terhadap siswa untuk membeli tiket.
2.Copot Staf yang Cari Keuntungan: Mendesak Wali Kota Tangerang Selatan untuk mencopot oknum staf di Dinas Pendidikan yang diduga memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi dari kegiatan nobar tersebut.
3.Transparansi PPK: Mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penanggung jawab kegiatan untuk membuka secara transparan aliran dana dan dasar pelaksanaan kegiatan.
Cecep menilai, jika kegiatan nobar tersebut dikemas sebagai program pendidikan, seharusnya difasilitasi secara gratis oleh negara, bukan membebani siswa.
“Kalau mau nobar edukasi, harusnya gratis. Jangan jadikan siswa sebagai objek pungutan berkedok kegiatan. Ini yang akan kami suarakan. Awas Korupsi di dunia pendidikan!” tambahnya.
Rencana Aksi Damai
Sebagai tindak lanjut, PENN telah menyiapkan Rencana Aksi Akuntabilitas yang akan digelar secara damai, tertib, dan konstitusional.
Adapun rencana aksinya adalah:
Tema: TANGSEL – SEGERA – AKSI DAMAI – AWAS KORUPSI! BersihkanPendidikan
Sasaran: Kantor Dinas Pendidikan Kota Tangsel dan Puspemkot Tangsel
Massa Aksi: Puluhan kader PENN
Agenda: Orasi Akuntabilitas, Mimbar Bebas Pendidikan, dan Penyerahan Petisi Bersihkan Pendidikan.
“Kami akan segera melayangkan surat pemberitahuan resmi ke Polres Tangerang Selatan. Ini adalah gerakan moral untuk memastikan dunia pendidikan Tangsel bersih,” tutup Pendiri PENN tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait polemik nobar CGV berbayar tersebut.(red)











