Beranda / Daerah / Bibit Tanaman Gratis Pemkot Tangerang Disambut Positif, Warga Minta Jangan Berakhir seperti Sedot WC dan Dana Kematian

Bibit Tanaman Gratis Pemkot Tangerang Disambut Positif, Warga Minta Jangan Berakhir seperti Sedot WC dan Dana Kematian

TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang menyediakan berbagai jenis bibit tanaman secara gratis bagi masyarakat. Program tersebut mendapat respons positif, tetapi warga berharap janji layanan pemerintah kali ini benar-benar disertai kepastian pelaksanaan.

Bibit yang disediakan antara lain tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman buah, serta berbagai tanaman produktif lainnya. Program tersebut diharapkan dapat mendorong penghijauan dan pemanfaatan pekarangan untuk urban farming.

Namun, sejumlah warga meminta Pemkot Tangerang tidak hanya gencar mengumumkan program, tetapi juga memastikan masyarakat yang memenuhi persyaratan benar-benar mendapatkan pelayanan.

“Wali Kota jangan memberikan harapan tanpa ada kepastian. Kami berharap program bibit gratis ini jangan sampai mengalami persoalan seperti yang kami alami dalam program sedot WC gratis maupun bantuan dana kematian,” ujar seorang warga. Senin ( 31/8/2026)

Warga tersebut mengaku telah menghubungi operator pelayanan sedot WC gratis, namun menurut pengakuannya, tidak mendapatkan respons.

Sementara terkait program bantuan dana kematian, warga lainnya mengaku telah mengakses layanan melalui aplikasi Tangerang LIVE. Data dan persyaratan, menurut warga tersebut, telah dilengkapi dan permohonan juga telah melalui proses verifikasi hingga dinyatakan disetujui.

Namun, warga mengaku hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi meskipun pengajuan disebut telah berlangsung sekitar lima bulan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian waktu realisasi bantuan setelah permohonan dinyatakan memenuhi persyaratan dan disetujui.

Warga berharap Pemkot Tangerang memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kendala yang menyebabkan pelayanan atau bantuan belum terealisasi, termasuk berapa lama waktu yang dibutuhkan sejak proses verifikasi dinyatakan selesai hingga bantuan diterima masyarakat.

Hal serupa diharapkan tidak terjadi pada program bibit tanaman gratis.

Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan, kuota, waktu pelayanan, serta kepastian penerimaan manfaat.

Sebab, program pemerintah yang menggunakan anggaran publik bukan hanya soal bagaimana program tersebut diumumkan, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan masyarakat memperoleh hak pelayanan sesuai ketentuan.

Bibit gratis tentu menjadi kabar baik. Namun bagi warga, yang lebih penting bukan sekadar janji program, melainkan kepastian bahwa program tersebut benar-benar dapat diakses dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat. (aww)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *