Beranda / Daerah / Kecewa Dengan Kebijakan Perusahaan, Empat Driver PT Ecotan Kota Tangerang Mengundurkan Diri

Kecewa Dengan Kebijakan Perusahaan, Empat Driver PT Ecotan Kota Tangerang Mengundurkan Diri

Kecewa Dengan Ke

TANGERANG — Empat pengemudi atau driver PT Ecowell Makmur Horistik Indonesia (Ecotan), perusahaan distributor atap UPVC ,di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, mengundurkan diri setelah mempersoalkan sejumlah kebijakan perusahaan.

Berdasarkan keterangan dari salah satu driver , Lukman Suparman hal itu terjadi karena Upah kerja tidak standar UMR, tidak mendapatkan BPJS ketenagakerjaan,. adanya pemotongan gajih akibat keterlambatan kerja , tidak adanya uang jalan, Upah lemburan dikurangi , Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ,) tanpa mendapatkan surat peringatan atau surat pemutusan hubungan kerja dan setelah pengunduran diri upah kerja belum.diberikan .Tidak hanya itu , Lukman pun menyoroti status keimigrasian salah satu direksi yang merupakan warga negara asing (WNA)

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pihak perusahaan yang diwakili oleh legal , Ida , menyampaikan bahwa kejadian berawal pada Tgl 2 Oktober disaat adanya dugaan pelanggaran kerja yang dilakukan oleh salah satu driver yang berujung Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK )

” kejadiannya bermula adanya indikasi fraud terhadap para driver, namun saat pemeriksaan berlangsung salah satu driver kami berhentikan karena dugaan fraud namun pada sore harinya 4 driver mengundurkan diri dengan alasan yang fraud bukan hanya leadernya saja kami berharap pada awalnya diselesaikan dengan baik

Untuk gaji memang belum dibayarkan karena pembayaran dilakukan rutin pada tanggal 25, untuk pemotongan upah karena keterlambatan tidak serta merta kami potong berdasarkan dari kedisiplinan ” Ungkap Ida Melalui WhatsApp . Jumat ( 9/10/2026 )

Saat ditanya terkait salah satu direksi yang merupakan Warga Negara Asing ( WNA ) dan diduga bekum Memiliki surat Ijin tetap tinggal di Indonesia , secara tidak langsung Ia menegasakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi

” untuk PT Ecowell perusahaan PMA Pak, jadi direksinya pasti ada KITAP ataupun KITAS, jika tidak ada kita tidak bisa beroperasional karena data di perbankan dan perpajakan membutuhkan KITAS dari direksi untuk laporan perpajakan menggunakan akun direksi yang dimana harus memiliki NPWP untuk NPWP sendiri dibutuhkan KITAS/KITAP ” Katanya

Menanggapi hal tersebut, dengan tegas Lukman menyampaikan bahwa fraud atau kecurangan terjadi karna hak yang mereka dapatkan sebagai karyawan sangat tidak sesuai dengan beban kerja yang harus mereka jalankan

‘ Terkait masalah fraud/kecurangan memang banar kami melakukan itu namun tidak lebih dari hanya sekedar untuk makan di jalan, karna kami sama sekali tidak di bekali uang jalan oleh pihak perusahaan. Gaji kami yg jauh dari UMR itu sama sekali tidak cukup untuk biaya kehidupan sehari2 di tambah harus ada uang pegangan di jalan. ” Tegasnya saat dihubungi di kediamannya , Jumat ( 9/10/2026)

Lukman menambahkan bahwa.ia telah menyampaikan kepada pihak perusahaan , dan menjamin fraud tidak akan terjadi bila para driver diberikan uang jalan

” Sebelum kejadian tersebut kami sudah di interogasi oleh perusahaan dan kami sudah mengakuinya bahkan kami sudah berjanji apabila uang jalan di ACC maka tidak akan terjadi lagi hal seperti ini. Namu naas ternyata salah satu teman saya di cut dengan alasan leader driver tidak berpihak ke perusahaan tapi malah berpihak ke driver lain.

Menurut kami ini tidak adil karna kami yg bermain semua kenapa hanya 1 orang yg di cut bahkan parahnya tanpa surat peringatan/SP. Kami hanya ingin di manusiakan

Satu lagi kami di paksa bongkar barang kontainer tanpa ada uang tambahan sama sekali hanya mengandalkan lemburan yg di hitung per jam nya 15.000 sedangkan jika selesai bongkaran dari pagi sampai jam 7 malam kami hanya mendapat lemburan 30.000 2jam. Dan parahnya jika di pagi harinya kami telat karna macet di jalanan itu tanpa toleransi di potong 55.000 oleh perusahaan artinya kami kerja berat malahan minus. Di sini lah kami merasa di perlakukan seperti sapi perah. ” Papar Lukman

Lebih lanjut Lukman menyoroti KITAP dan KITAS beberapa direksi yang menurutnya ada kejanggalan dan perlu ditelusuri ditelusuri lebih jauh

” Terkait direksi mempunyai KITAP dan KITAS itu yg saya pertanyakan siapa direksi yg di maksud? Sedangkan yg saya tau di ecotan ada 3 atasan/bos Mr Ding, Mr li peng dan Mr Guo . Apakah mereka semua terbukti mempunyai izin atau KITAP dan KITAS? mohon maaf saya jauh membahas ini karna ada beberapa kejanggalan yg saya lihat dengan mata kepala saya sendiri.

Yang saya tau sepertinya setiap ada transaksi itu selalu di transfer ke driver pribadinya entah itu uang apa? Tapi setiap pengambilan uang driver pribadinya selalu jalan berdua dengan HRD ecotan. Dan setiap pengiriman barang dengan pembayaran cash diduga kuat transfernya ke rekening perorang buka rekening PT. dan diduga beberapa kali ke rekening driver pribadinya.Itu saja yg saya tau dan saya lihat

Kami meminta dan sangat berharap para pihak berwenang di Kota Tangerang menelusuri dan menindaklanjuti hal ini “Pungkasnya

Legal perusahaan mengajak awak media agar ngobrol santai pada hari Selasa 13 Oktober 2026 di dilokasi yang belum ditentukan .

” benar pak saya sudah cek sebelum saya menghubungi bapak, kami berharap bisa ngobrol santai

tanggal 13 bisa ya Pak, untuk lokasi bapak ada dimana? agar saya menyesuaikan lokasi bertemu agar bapak tidak terlalu jauh” ajak legal Perusahaan

Namun awak media belum memberikan respon dan bila kemudian ada hal yang dianggap salah , pihak perusahaan bisa memberikan hak jawab sesuai ketentuan undang-undang

( aww )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *