Tangerang – Bukan karena haus pujian, bukan pula karena ingin mencari permusuhan. Ada hal-hal yang memang harus disuarakan, meskipun tidak semua orang bersedia mendengarnya.
Ketika pujian begitu mudah diberikan, tetapi kritik dianggap sebagai ancaman, di situlah kita perlu bertanya: apakah yang dipersoalkan benar-benar kesalahan dalam kritik, atau ketidaknyamanan karena ada persoalan yang diungkap?
Bagi seorang jurnalis, tugasnya bukan membuat semua orang senang. Tugasnya adalah mencari, menguji, dan menyampaikan fakta kepada masyarakat secara bertanggung jawab.
Mengkritisi bukan berarti membenci. Mempertanyakan bukan berarti memusuhi. Dan mengungkap persoalan bukan berarti menjatuhkan seseorang.
Pelayanan publik harus tetap terbuka terhadap evaluasi. Wakil rakyat harus bersedia mendengar aspirasi. Pemangku kebijakan harus siap menjelaskan keputusan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya.
Jika ada yang keliru, perbaiki. Jika ada tuduhan yang tidak benar, berikan klarifikasi. Jika ada kritik yang keliru, luruskan dengan fakta, bukan dengan permusuhan.
Sebab, kritik yang sehat tidak membutuhkan kebencian, tetapi membutuhkan keberanian, bukti, dan tanggung jawab.
Semakin dibenci, semakin menjadi. Namun, bukan berarti semakin keras tanpa arah. Semakin tajam mengkritisi, semakin kuat pula kewajiban untuk menjaga fakta, etika, dan objektivitas.
Tidak mencari musuh, tidak mengejar pujian. Tetap bersuara selama kepentingan masyarakat membutuhkan perhatian.(aww)
Pemerhati Pelayanan Publik











